Spot Foto Kekinian: Menjelajahi Tempat Wisata Instagramable di Sekitar Pinang

Percaya atau enggak, Pinang itu kota kecil di Sumatera Utara yang jarang banget masuk radar wisatawan. Tapi setelah saya jalan-jalan akhir pekan kemarin, ternyata banyak spot keren yang sayang buat dilewatin. Bukan cuma untuk pamer di Instagram, pemandangan alamnya emang bikin betah. Saya iseng nyusurin beberapa titik yang katanya hits di kalangan anak muda. Hasilnya? Lumayan mindblowing.
Bukit Tampurung: Pemandangan 180 Derajat yang Bikin Betah
Dari pusat Pinang, perjalanan ke Bukit Tampurung cuma sekitar 40 menit naik motor. Akses jalannya sudah diaspal, meski beberapa tikungan terasa sempit. Saya datang pas pagi buta supaya dapat momen golden hour. Begitu sampai, saya disambut panorama perbukitan hijau yang membentang tanpa batas. Udara segeer banget, jauh dari polusi kota Beberapa pertimbangan tambahan di tempat wisata.
Spot foto paling favorit ada di bagian tebing yang menjorok. Banyak pengunjung yang bergantian foto di pojok batu karang—hasilnya seperti berdiri di ujung dunia. Saya sendiri sempat ragu karena takut ketinggian, tapi ternyata sudah ada pagar pembatas dari bambu yang kokoh. Untuk harga tiket masuk Rp 10.000 per orang, ini murah banget untuk pemandangan sekelas itu. Saya bawa bekal makanan ringan dan duduk di bangku kayu sambil nikmati angin sepoi-sepoi.
Perlu diingat, Bukit Tampurung belum terlalu ramai di hari kerja. Jadi kalau mau foto tanpa banyak orang, pilih Senin atau Selasa. Saya juga lihat beberapa keluarga muda membawa anak kecil—aman karena area cukup lapang. Sayangnya, belum ada lahan parkir yang luas. Lebih baik parkir di pinggir jalan utama lalu jalan kaki sekitar 200 meter. Tempat ini benar-benar memberi pengalaman berbeda dibanding spot foto di kota.
Setelah puas berfoto, saya mampir ke warung kopi milik warga setempat. Mereka jual pisang goreng hangat dan kopi robusta khas Sumatera. Rasanya pas untuk menghangatkan badan. Saya sempat ngobrol dengan Pak Darmo, pengelola lokal, yang bilang bahwa Bukit Tampurung mulai dikelola sejak tahun 2022 oleh komunitas pemuda desa. Mereka menjaga kebersihan dengan baik—tidak ada sampah berserakan saat saya ke sana.
Buat kamu yang suka wisata alam tanpa harus keluar banyak uang, Bukit Tampurung cocook banget. Setelah itu, saya lanjut ke danau kecil di lereng bukit. Spot itu belum banyak diketahui, jadi suasana lebih tenang. Saya duduk di dermaga kayu sambil merekam video slow-motion—cahaya matahari menembus kabut tipis. Benar-benar momen yang layak disimpan di galeri.
Saya rasa tempat wisata instagramable tidak harus selalu ramai dan mahal. Yang penting, keaslian alam dan kenyamanan saat berkunjung. Dari pengalaman saya di Bukit Tampurung, saya jadi makin sadar bahwa keindahan Sumatera Utara masih banyak yang tersembunyi. Tinggal kita mau meluangkan waktu untuk menelusurinya.

Bahan bacaan: sumber resmi